Minggu, 09 Maret 2008

Film korea

Endless Love
Inilah drama seri yang menuturkan pergulatan cinta yang awalnya bermula dari jalinan kasih kakak-beradik. Mengikuti drama percintaan yang lain, serial Endless Love ini merupakan drama favorit di negeri asalnya. Cerita bersambung ini mengharu-biru Anda dengan kisah cinta yang sangat menyentuh hati.
Dikisahkan tentang Yun Joon Suh (Song Seung Hun) dan Eun Suh (Song Hye Kyo) dibesarkan sebagai kakak beradik selama 14 tahun sampai munculnya sebuah fakta yang mengejutkan keluarga mereka. Ternyata Eun Suh bukan adik perempuan kandung Joon Suh melainkan anak orang lain yang tertukar ketika masih bayi.
Peristiwa tersebut terjadi gara-gara bocah lelaki cilik Joon Suh secara tidak sengaja memainkan label nama dalam ruang bayi di rumah sakit tempat adik perempuan Joon Suh dilahirkan.
Akibatnya Eun Suh yang seharusnya berada di keluarga Choi, jadi dipelihara oleh keluarga Yun yang merupakan keluarga berada. Sedangkan adik perempuan asli Joon Suh, Shin Ae (Han Chae Young) dipelihara keluarga Choi yang miskin. Kekeliruan tersebut tanpa sengaja terungkap ketika Eun Suh mengalami kecelakaan pada usia 14 tahun.
Begitu terungkap, kehidupan Eun Suh dan Shin Ae berubah total. Shin Ae yang akhirnya kembali ke pelukan keluarga Yun dan Joon Suh pun dibawa oleh ayah-ibunya ke Amerika Serikat. Sedangkan Eun Suh ditinggalkan di Korea pun terpaksa membanting hidup untuk menyambung hidupnya.
Walaupun begitu waktu dan jarak yang ribuan mil tidak kuasa membuat Joon Suh dan Eun Suh tidak bisa melupakan kasih sayang di antara mereka. Setelah sembilan tahun berlalu, keluarga Yun akhirnya kembali ke Korea.
Joon Suh yang telah menginjak usia dewasa dan bertunangan dengan seorang wanita sesama seniman, Shin Yoo Mi (Han Na Na), tanpa sengaja bertemu lagi dengan Eun Suh di sebuah hotel. Eun Suh kini bekerja di sebuah hotel milik sahabat Joon Suh, Hun Tae Suhk (Won Bin).
Pertemuan Joon Suh dan Eun Suh ternyata mendatangkan kesulitan di kemudian hari. Sebab mereka akhirnya menyadari bahwa cinta kasih di antara mereka tidak lagi merupakan kasih kakak beradik melainkan telah berubah menjadi cinta antara pria dan wanita.
Namun mereka juga menyadari tidak mudah mewujudkan hal tersebut sebab Joon Suh telah punya tunangan. Tidak hanya itu, Eun Suh pun dicintai Tae Suhk. Bahkan pergulatan cinta di antara mereka bertambah rumit, ternyata Shin Ae tergila-gila kepada Tae Suhk.

Film korea

Full House
Inilah drama seri Korea yang “best seller” dengan tema cerita sederhana, namun dikemas dengan sangat memikat. Drama ini termasuk salah satu ikon Korea yang membuat banyak orang yang dulunya tidak menyukai Korea, akhirnya kepincut abis untuk terus menyaksikan drama Korea yang lain.
Dikisahkan tentang Li Yeong-jae, seorang aktor yang parlente dan tengah naik daun. Dalam perjalanannya ke Shanghai untuk pembuatan film terbarunya dengan artis lokal,ia dan Han Ji-eun (seorang gadis biasa yang cenderung naif) bertemu di pesawat. Han Ji-eun yang baru pertama kali naik pesawat dengan cuek bertanya ini itu bahkan memuntahkan makanan ke baju Yeong Jae. Dari sinilah “perjodohan” mereka sebenarnya telah dimulai.
Setelah Ji-eun pulang ke Korea, ia kaget karena rumahnya Full House yang dibangun almarhum ayahnya telah dijual oleh sepasang sahabat karibnya– yang merupakan satu-satunya sahabat yang dia punya. Lebih kaget lagi, karena yang membeli adalah Yeong Jae lewat perantara manajernya. Karena kasihan dengan Ji-eun yang telah yatim piatu dan sempat jatuh sakit, serta tidak punya siapa-siapa (karena temannya kabur entah ke mana), Li Yeong-jae menampung Ji-eun di rumahnya. Tapi ada syaratnya, Han Ji-eun harus mau bekerja sebagai pembantu — bersih-bersih dan memasak — karena Ji-eun juga harus membayar utangnya kepada Yeong-jae yang dipinjamkannya waktu di Shanghai.
Di sisi lain, Yeong-jae mencintai temannya semenjak kanak-kanak Hui-yuan yang juga menjadi desainer Yeong-jae. Namun ia bertepuk sebelah tangan, karena Hui-yuan justru mencintai seniornya Liu Mingge yang juga merupakan teman sepermainan Yeong-jae dan Hui-yuan sedari kecil.
Karena kesal cintanya ditolak, Yeong-jae melamar Ji-eun. Ji-eun yang tidak tahu apa-apa menolak mentah-mentah. Tapi ia luluh juga, karena ia diiming-imingi mendapatkan Full House. Ji-eun akhirnya setuju, karena perkawinan itu cuma kontrak 6 bulan, punya perjanjian tidak mencampuri kehidupan pribadi masing-masing, tidak ada kontak fisik, mendapatkan gaji sebagai istri, dan paling menggiurkan adalah mendapatkan Full House kembali. Perjanjian bisa batal– terutama hak mendapatkan Full House, jika membocorkan hal kawin kontrak ke pihak lain.
Sangat masuk akal, tinggal serumah, bertemu setiap hari,menumbuhkan benih-benih cinta di antara Li Yeong-jae dan Han Ji-eun. Meskipun pertemuan terbesar mereka adalah bertengkar, tidak mampu menghambat tumbuhnya benih cinta di antara keduanya. Bahkan Li Yeong-jae mencari-cari alasan untuk memperpanjang kontrak perkawinan menjadi 3 tahun.
Dalam perjalanannya, Han Ji-eun yang berprofesi sebagai penulis novel bertemu dengan Liu Mingge, orang kaya yang mempunyai perusahaan penerbitan. Bisa ditebak Liu Mingge yang sebelumnya acuh tak acuh dengan perempuan yang hanya mengejar-ngejarnya karena ketampanan dan kekayaannya, tergila-gila dengan Han Ji-eun yang polos.
Pertarungan pun dimulai. Liu Mingge yang geram melihat Li Yeong-jae yang sering menyia-nyiakan Ji-eun karena sibuk mengejar cinta Hui-yuan, berusaha menyenangkan dan selalu menjadi tempat curhat bagi Ji-eun. Li Yeong-jae pun dibakar api cemburu, meski di sisi lain tidak mau melepaskan Hui-yuan. Sedangkan Hui-yuan memanfaatkan Yeong-jae sebagai pelarian setelah cintanya ditolak Liu Mingge. Ia bertekad menghancurkan rumah tangga sahabat karibnya itu dan membawa kembali cinta Li Yeong-jae untuknya.
Meski sering bertengkar, berpisah dalam waktu lama dan “bercerai”, tidak membuat bara cinta antara Li Yeong-jae dan Han Ji-eun padam. Bahkan semakin menjadi-jadi. Cinta yang dipupuk oleh kebersamaan dan waktu itu membuat mereka akhirnya dipersatukan dalam mahligai rumah tangga yang seutuhnya dan sesungguhnya.

Film Layar Lebar

Love (film 2008)

Sinopsis
Kisah pertama bercerita tentang Nugroho (Sophan Sophiaan) dan Lestari (Widyawati) yang dipertemukan di usia mereka yang tidak muda lagi. Nugroho menderita alzhaimer, sedangkan Lestari dengan lapang dada menerima keadaan itu. Kisah kedua bertutur tentang lelaki muda sederhana, karyawan percetakan bernama Rama (Fauzi Baadila), yang dipersatukan oleh Iin (Acha Septriasa) karena masa lalu yang hampir sama. Cerita ketiga tentang penulis wanita sukses bernama Tere (Luna Maya) yang bertemu dengan penjaga toko, Awin (Darius Sinathrya), lalu kemudian jatuh cinta. Walau Awin takut untuk mencintai, Tere membuka matanya bahwa cinta tak semestinya dibatasi. Kisah seorang mahasiswa, Restu (Irwansyah) yang menjalani hidup dengan santai dan riang, kemudian bertemu seorang perempuan, Dinda (Laudya Chintya Bella) yang ternyata sahabat kecilnya yang juga cinta pertama dan kekasih sejatinya. Dalam kisah keempat ini, pertemuan yang sebentar itu berakhir dengna menyedihkan. Akan tetapi, cinta mereka tetap hidup selamanya. Dinda adalah seorang guru yang mengasuh anak Gilang dan Miranda. Kisah terakhir menceritakan pasangan muda, Gilang (Surya Saputra) dan Miranda (Wulan Guritno), yang sudah delapan tahun berumah tangga dengan satu anak yang menderita autis, Icha. Selain rumah tangga yang bermasalah, mereka berdua harus bersama-sama merawat anaknya. Akhirnya, Gilang merelakan Miranda pergi. Dan, dia menemukan cinta sejati di suatu hari yang tak terduga

Film Layar Lebar

Film Ayat-Ayat Cinta [UPDATE…]

Novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik kabarnya akan difilmkan. Novel ini sangat baik dari segala aspek, saya sendiri butuh waktu 1 ½ Hari buat membaca novel tersebut, sungguh luar biasa. Yang bikin penasaran adalah novel ini kabarnya akan difilmkan, seperti yang tertulis di Jawapos beberapa waktu yang lalu, berikut ini kutipan berita tersebut.
Jawapos.com JAKARTA - Sutradara Hanung Bramantyo tengah menyiapkan film terbaru. Film yang kini dalam tahap praproduksi itu mengangkat cerita dari novel sukses Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
Beberapa bintang muda sudah dipersiapkan Hanung. Mereka, antara lain, Fedi Nuril yang mengisi tokoh sentral Fahri, Rianti Chartwrite sebagai Maria, Zaskia Adya Mecca sebagai Noura, dan Melanie Putria sebagai Nurul.
Latar belakang cerita di film itu adalah Mesir. Sebagian besar dialog menggunakan bahasa Arab. “Sekarang para pemain mengikuti kursus bahasa Arab,” kata Hanung saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Karena diadopsi dari sebuah novel, tentu tokoh-tokoh yang ada sudah tergambar lewat narasi. Hal itulah yang diperhatikan Hanung. Dia mengatakan amat memperhitungkan bentuk wajah masing-masing pemain sebelum memilih.
“Tokoh Fahri adalah orang Indonesia asli. Cocok dengan wajah Fedi yang sangat Indonesia. Maria cocok diperankan Rianti karena di situ diceritakan dia adalah orang asli Mesir. Rianti berkulit putih dan agak terlihat seperti Arab,” papar sutradara film Jomblo itu.
Ayat-Ayat Cinta bercerita tentang seorang pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Mesir. Fahri merupakan pribadi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan. Nilai itulah yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu terus diterapkan Fahri hingga berkeluarga. Saat itulah, keimanan Fahri diuji.
Menurut Hanung, apa yang ada di filmnya nanti tidak persis dengan yang diceritakan di novel. Ada beberapa bagian yang dipotong, ada juga yang ditambahkan untuk memperkaya emosi penonton. “Ada perbedaan antara novel dan film. Jadi, beberapa plot yang tidak perlu akan dihilangkan,” tutur pria kelahiran Jogjakarta, 1 Oktober 1975, itu.
Februari lalu Hanung beserta para pemain mengunjungi Mesir untuk melakukan observasi. Awal April nanti mereka kembali ke sana. “Para pemain mempelajari peran masing-masing. Fedi mencari tahu kebiasaan-kebiasaan mahasiswa Indonesia di sana, juga cara berbicaranya,” katanya.
Jika tidak ada halangan, April atau Mei mendatang proses syuting sudah bisa dimulai. Menurut Hanung, saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kedutaan Besar Mesir. Sebab, menurut Hanung, film itu merupakan kerja sama Indonesia-Mesir. Dana yang diperlukan tentu sangat besar. “Kami membutuhkan dukungan dan lokasi dari pihak sana (Mesir). Di film itu kami juga mengangkat keindahan Mesir,” jelas Hanung. (rie)
Kira-kira siapa ya yang cocok mendapat peran Fahri, Aisha, Maria, Nurul, Noura, dan ehm… Si Hitam Bahadur ?!?!

Film Layar Lebar

Film : Otomatis Romantis
Tora Sudiro dan Mpo Atik di salah satu adegan "Otomatis Romantis".
Otomatis Romantis punya cerita yang sejenis dengan film televisi Ujang Pantry, namun balutan budaya dalam komedinya membuat film ini lebih segar. Kehadiran Tukul, Tarzan, dan Tora Sudiro semakin menguatkan kesegaran komedi lokal ini.
Guntur Soeharjanto dan Monty Tiwa kembali berkolaborasi dalam Otomatis Romantis. Sebelumnya mereka pernah bekerja sama pada produksi film televisi Ujang Pantry tahun 2006. Dalam Otomatis Romantis, Guntur sebagai sutradara, sementara Monty menjadi produser sekaligus penulis skenario. Dalam kolaborasi ini, Guntur dan Monty menyuguhkan cerita yang mirip dengan film televisi itu. Kisah seorang bawahan yang menjalin hubungan dengan bosnya. Tentu saja, sang bos adalah wanita karier yang sedikit putus asa dengan perjalanan cintanya.
Nadia (Marsha Timothy), seorang wanita muda, cantik, dan sukses sebagai jurnalis di sebuah majalah wanita. Dia menduduki posisi sebagai pemimpin redaksi. Namun kesuksesan itu tidak selaras dengan kehidupan pribadinya. Nadia merasa dirinya tidak mampu menemukan pasangan yang ideal. Tak disangka, sosok Bambang Setiadi (Tora Sudiro), pria desa yang lugu, bersahaja, asli produk Yogyakarta, justru menyentuh relung hatinya yang terdalam.
Bambang adalah karyawan administrasi di penerbitan majalah itu. Bambang pernah bercita-cita menjadi seorang penulis, tetapi nasib berkata lain. Meski sudah merantau ke Jakarta, cita-citanya tetap di atas bintang. Nasib Bambang sedikit bercahaya ketika secara tidak sengaja dia menjadi model sebuah produk yang diiklankan dalam majalah itu. Pengiklan ternyata menyukai Bambang, sehingga ditunjuk menjadi model, selain juga bekerja di bagian administrasi.
Cerita yang diusung Monty Tiwa sangat ringan. Dia menyusupkan kisah-kisah yang dekat dengan realita di tengah masyarakat, seperti realita pernikahan. Orang tua Nadia (Tarzan dan Chintami Atmanegara), memaksanya untuk segera menikah, padahal Nadia merasa belum mendapatkan pasangan yang cocok. Ditambah lagi Nadia mengetahui sang kakak, Nabila (Wulan Guritno) berencana membubarkan penikahannya dengan sang suami, Dave. Pendirian Nadia untuk tidak menikah juga dikuatkan oleh sang adik, Nana (Poppy Sovia). Nana yang paling kecil masih senang berpacaran saja.
Di balik itu semua, Nadia menganggap wanita-wanita di keluarganya mendapat "kutukan". Menurut Nadia wanita-wanita dalam keluarga tidak mendapat pasangan yang setimpal.
"Coba lihat, kalau dipikir-pikir kita-kita ini bisa dibilang cantik, tapi lihat pasangannya," ujar Nadia.
Memang kisah dalam film ini menampilkan karakter fisik yang agak "tidak seimbang". Seperti Chintami yang dipasangkan dengan Tarzan, atau Poppy Sovia yang dipasangkan dengan Wifnu Wikana yang dalam film ini disebut "Si Beruk". Sementara itu Nabila (Wulan Guritno) bersuamikan Dave, yang diperankan oleh Tukul Arwana.
"Hal itulah yang memang ingin jadi salah satu kekuatan film ini. Ditambah lagi para pemain seperti Tukul atau Tarzan semakin menguatkan komedi lokal dalam film ini," ujar Monty Tiwa yang sebelumnya juga pernah mengemas komedi lokal dengan balutan budaya Batak dalam Maaf, Saya Menghamili Isteri Anda.
Bagi Monty, yang pernah menjadi produser, sutradara, dan penulis skenario, genre komedi lebih pas untuk dirinya. Komedi menurutnya memiliki keunggulan tersendiri untuk menyampaikan pesan pada penonton.
"Ada hal-hal yang mungkin sulit untuk disampaikan, tetapi dengan gaya humor hal itu akan lebih mudah diterima. Baik itu nasehat atau kritikan sekalipun. Saya merasa lebih punya kekuatan pada genre komedi ini," ujarnya.